Halaman

feedback

0   komentar

-Jelaskan apa yang dimaksud tanah longsor?
-Apa saja faktor terjadinya tanah longsor?

-Apa perbedaan gempa tanah runtuh dengan tanah longsor?

-Apa dampak dari tanah longsor?
-Apa penyebab utama kelongsoran?

-bagaimana cara menanggulangi tanah longsor?
-bagaimana cara mencegah tanah longsor?
-bagaimana cara mengetahui daerah rawan longsor?
-bagaimana cara menghindari tanah longsor?

Dokumentasi Kerja Kelompok

0   komentar


























Dwi Ardianto
Kurniawan Aldy K
Mu'alfah
Paramita Yuniasta

ANIMASI BENCANA TANAH LONGSOR

0   komentar





Berikut animasi tentang mitigasi bencana tanah longsor :)

sumber : youtube.com

Banjir dan tanah longsor di Wonogiri, pasutri tewas

0   komentar

Selasa, 25 Maret 2014 11:42:15        Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Wonogiri semenjak Selasa dini hari juga menyebabkan terjadinya tanah longsor. di beberapa tempat. Bahkan akibat kejadian tersebut, 2 orang tewas tertimbun tanah.

Informasi yang dihimpun merdeka.com menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 05.00 Wib, di Dusun Timoyo, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, seusai hujan deras, Selasa (25/3). Longsor tersebut menyebabkan satu rumah dan dua warga tertimbun.

Dua korban tanah longsor yang meninggal bernama Suwarno (70) dan Sutini (65) merupakan pasangan suami istri. Selain korban meninggal, beberapa rumah rusak berat, yakni milik korban dan Alim di Dusun Kopen, Desa Bero.

Camat Manyaran, ATB Hermawan, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, kedua korban saat ini sudah berhasil dievakuasi.

"Evakuasi bersama telah berhasil menemukan kedua korban yang tertimbun longsor. Keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini kedua jenazah sudah dimandikan dan akan segera dimakamkan hari ini juga," kata Hermawan.

Sebelumnya hujan deras yang terjadi sejak pukul 03.00 dini hari, membuat beberapa wilayah di Sukoharjo dan Wonogiri mengalami banjir. Banjir di kedua wilayah bertetangga tersebut mengakibatkan meluapnya Sungai Buntung, yang melintas di dua kabupaten tersebut.

Di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, sedikitnya 8 desa terendam air setinggi 50 sentimeter hingga 1 meter. Kedelapan desa tersebut antara lain Desa Jaten, Gemantar, Singodutan, Pule, Kepatihan, dan Desa Jendi.

"Hujannya deras banget, sungai Buntung meluap. Bangun tidur tahu-tahu sudah banjir. Kalau nggak hujan lagi, paling nanti siang sudah surut mas," ujar Sugiyanto (37) warga Kepatihan.

Dihubungi terpisah, Camat Selogiri Bambang Haryanto membenarkan 8 desa di wilayahnya terendam banjir. Saat ini pihaknya berupaya mengevakuasi warga untuk menjauh dari lokasi banjir.

"Ada 8 desa yang terendam banjir, antara 50 centimeter sampai 1 meter. Warga sedang kita evakuasi. Anak-anak sekolah ada beberapa yang kita liburkan," ujarnya.

Sementara itu, di beberapa desa di Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo juga terkena imbas meluapnya sungai Buntung. Di Desa Ngasinan banjir hampir sama dengan yang terjadi di Wonogiri. Sejumlah titik tergenang antara lain di SD Negeri Ngasinan II dan III. Di tempat tersebut bahkan air masuk hingga ke ruangan kelas.

"Airnya masuk hingga ke ruang kelas. Namun kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan. Siswa tetap mengikuti KBM dengan lepas sepatu dan naik kursi," ungkap Sutanto, salah seorang warga.


sumber : merdeka.com

Longsor Lembang, mahasiswi Unpad ditemukan tewas tertimpa tembok

0   komentar








Senin, 17 Maret 2014 10:05:04      Tim gabungan akhirnya menemukan mahasiswi Unpad , Cahyaning Meis Irianti (19) yang tertimbun longsor di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Keramat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Cahyaning ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Lembang, Kompol Santiadji Kartasamita, jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB. Saat ini evakuasi terhadap korban masih berlangsung. Cahyaning tertimbun reruntuhan tanah dan tembok dari beton jembatan.

"Korban sulit dievakuasi karena tertimbun tembok, saat ini masih berlangsung. Korban sudah meninggal dunia," kata Santiadji saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/3).

Saat ditemukan, kata dia, kondisi korban sudah terjepit material berat. Tim gabungan dari BPBD, Koramil, Polsek Diskar beserta unsur masyarakat lainnya masih berusaha mengevakuasi korban.

Diberitakan sebelumnya, Cahyaning yang tengah beserta empat rekan lainnya tertimbun reruntuhan material longsor sesaat sesudah makan di rumah makan dan pemancingan Saung Wargi, Minggu (16/3) sore. Beruntung rekan lainnya hanya mengalami luka ringan.

sumber : merdeka.com

Pengertian Mitigasi Bencana

0   komentar


Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).  Bencana sendiri adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat berupa kebakaran, tsunami, gempa bumi, letusan gunung api, banjir, longsor, badai tropis, dan lainnya.



Tips Menghadapi Longsor dan Ciri Daerah Rawan Longsor

0   komentar

Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan
Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama
Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor

1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.

Cara menanggulangi bencana tanah longsor

5   komentar

Tanah Longsor 

Sebelum posting saya akan menerangkan terlebih dahulu tentang tanah longsor, Tanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut Landslide, adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Jenis-jenis Tanah Longsor
Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Tanah Longsor
· Hujan
· Lereng terjal
· Tanah yang kurang padat dan tebal
· Batuan yang kurang kuat
· Jenis tata lahan
· Susut muka air danau atau bendungan
· Pengikisan/erosi
· Adanya material timbunan pada tebing dll
Tindakan Yang Bisa Dilakukan Selama dan Sesudah Tanah Longsor
1. Tanggap Darurat
Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
Ø Kondisi medan
Ø Kondisi bencana
Ø Peralatan
Ø Informasi bencana
2. Rehabilitasi
Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.
3. Rekonstruksi
Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%.
Kesimpulan
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor adalah air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Konsekuensi dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudera, lipatan, punggungan dan patahan di busur kepulauan, sebaran gunung api, dan sebaran sumber gempa bumi.
Saran
Ada beberapa tindakan perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian, antara lain:
Ø Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap).
Ø Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan).
Ø Vegetasi kembali lereng-lereng.
Ø Beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.

Jenis Jenis Tanah Longsor

0   komentar

1.  Longsoran translasi
Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. Jenis longsoran ini paling banyak terjadi di Indonesia.

2. Longsoran rotasi
Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Jenis longsoran ini juga banyak terjadi di Indonesia.

3. Pergerakan blok
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.

4.    Runtuhan batu
Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal terutama di daerah pantai.

5. Rayapan tanah
Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.

6. Aliran bahan rombakan
Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunungapi. Longsoran jenis ini paling banyak memakan korban jiwa manusia.


Berikut merupakan gambar ilustrasi jenis jenis longsor :

Mitigasi Bencana Tanah Longsor

2   komentar

Tanah Longsor?
Mungkin kita pernah menyaksikan sendiri kejadian tanah lonsor atau longsor dan efeknya pada orang yang tertimpa bencana tersebut. Tanah longsor bisa diartikan sebagai pergerakan tanah atau runtuhnya tanah atau bebatuan dalam jumlah besar yang umumnya terjadi di daerah terjal dan tidak stabil.

Apa Pemicu Terjadinya Tanah Longsor?

Umumnya, timbulnya tanah longsor dipicu oleh hujan lebat. Lereng gunung yang gundul dan rapuhnya bebatuan dan kondisi tanah yang tidak stabil membuat tanah-tanah ini tidak mampu menahan air di saat terjadi hujan lebat. Akan tetapi, tanah longsor juga bisa ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi atau gempa.
Lereng-lereng yang lemah yang mendapat tekanan dari getaran gempa tentu saja membuat tanah yang terkena tekanan tadi menjadi longsor. Aktivitas gunung berapi yang menimbulkan hujan deras, simpanan debu yang lengang dan alirannya pun juga dapat menimbulkan tanah longsor.
Penambangan tanah, batu, atau pasir yang tidak terkendali juga bisa menjadi pemicu bencana ini. Manusia seharusnya tidak menggunduli hutan, menambang tanah atau pasir atau bebatuan dalam jumlah besar yang akan mengganggu kestabilan tanah dan memicu terjadinya longsor.
Selain faktor di atas, faktor lain yang memicu terjadinya tanah longsor adalah erosi akibat sungai dan gelombang laut menciptakan lereng yang curam. Bahkan petir, getaran mesin, dan penggunaan bahan peledak juga dapat menimbulkan tanah longsor.

Gejala terjadinya tanah longsor:
  1. Munculnya retakan di lereng-lereng yang arahnya sejajar dengan tebing.
  2. Air sumur yang keruh di sekitar lereng.
  3. Munculnya air di permukaan tanah pada lokasi yang baru secara tiba-tiba.
  4. Rapuhnya tebing dan kerikil mulai berjatuhan.
Wilayah yang rawan longsor:
  1. Berada di daerah yang gundul dan terjal
  2. Pernah terjadi tanah longsor sebelumnya.
  3. Daerah yang dilalui aliran air hujan
  4. Kondisi tanah yang tebal atau sangat gembur pada lereng-lereng yang terkena hujan lebat dengan intensitas tinggi
Bagaimana Dampak dan Penanggulangan Longsor?

Di daerah yang terjal, kecepatan luncuran tanah longsor dapat mencapai 75 km/jam sehingga sulit bagi seseorang untuk menyelamatkan diri. Itulah sebabnya ketika tanah longsor terjadi, banyak rumah dan penduduk, binatang, fasilitas umum yang tertimbun longsoran. Bencana ini pun banyak memakan korban jiwa.

Itulah sebabnya penting bagi kita untuk menanggulanginya dengan menghindari penyebab timbulnya tanah longsor. Caranya dengan tidak menebangi hutan, menanam tumbuhan berakar kuat seperti lamtoro, bambu, akar wangi, dan tumbuhan lainnya pada lereng yang gundul, membuat saluran air hujan, memeriksa keadaan tanah secara rutin dan berkala, membangun tembok penahan di lereng yang terjal, juga mengukur tingkat kederasan air hujan.
Menghindari bencana longsor:
  1. Membangun pemukiman yang jauh dari area yang rawan longsor (seperti di dekat tebing yang curam dan terjal).
  2. Berkonsultasi pada orang yang paham sebelum membangun pemukiman.
  3. Melakukan deteksi dini pada area-area yang dicurigai rawan longsor
Tindakan yang harus dilakukan ketika tertimpa tanah longsor:
  1. Pindahlah ke daerah yang tanahnya stabil ketika tanah longsor terjadi
  2. Bila tidak mampu melarikan diri, lingkarkan tubuh seperti bola untuk melindungi kepala tertimpa atap.
Tindakan yang harus dilakukan setelah terjadi longsor:
  1. Pergi dari daerah longsoran untuk menghindari terjadinya tanah longsor susulan.
  2. Bantu arahkan SAR ke lokasi.
  3. Bantu penduduk yang tertimpa longsoran, periksa lukanya, dan pindah ke tempat yang aman.
  4. Waspada pada banjir dan aliran reruntuhan yang dapat terjadi setelah tanah longsor.
  5. Laporkan fasilitas umum yang rusak ke pihak yang berwenang.
  6. Periksa kerusakan fondasi rumah akibat longsor.
  7. Tanamlah tumbuhan di daerah bekas longsoran untuk mencegah terjadinya erosi yang dapat menyebabkan banjir bandang.


Beberapa kumpulan gambar tentang tanah longsor :